Bencana tanah longsor adalah salah satu ancaman serius yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan lingkungan. Bencana tanah longsor, terjadi ketika air meluap dan merendam wilayah, seringkali disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, lelehan salju, atau meluapnya sungai. Perencanaan dan penanganan bencana tanah longsor merupakan aspek krusial dalam upaya mitigasi risiko dan perlindungan masyarakat. Proses perencanaan kontingensi bencana tanah longsor di Kabupaten Tapin ini telah melibatkan serangkaian kegiatan, seperti : pertemuan koordinasi, asistensi, audiensi, pengkajian data, review, diskusi publik, konsultasi publik, dan legalisasi. Dokumen rencana kontingensi bencana tanah longsor ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Tapin dalam menyelenggarakan kegiatan tanggap darurat bencana tanah longsor. Selain itu, dokumen ini mencakup kebijakan, strategi, dan langkah Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Tanah Longsor Kabupaten Tapin 2026 - 2029 Pemerintah Kabupaten Tapin|iii - langkah operasional dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Tapin.
Dokumen Reviu Rencana Kontingensi Bencana Banjir Kabupaten Tapin 2026 - 2029 Pemerintah Kabupaten Tapin | 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sungai merupakan awal membangun sebuah peraadaban bagi masyarakat terdahulu. Sungai memberikan kemudaham dalam pemenuhan kebutuhan manusia baik dari segi lahan maupun dari segi sumberdaya air tidak terkecuali Sungai Tapin. Banjir dapat terjadi karena hujan deras dengan waktu yang cukup lama, penyumbatan saluran air dan kurangnya resapan yang menyebabkan volume air meluap. Bukan hanya karena faktor alam akan tetapi karena ulah para manusia yang membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan tersumbatnya aliran sungai. Selain itu, pembangunan yang tidak teratur dan sistem drainase yang buruk juga dapat menjadi faktor penyebab banjir. Intensitas banjir seringkali diukur berdasarkan tinggi air atau luas area yang terendam. Alat seperti pluviometer digunakan untuk mengukur curah hujan yang bisa menjadi indikator potensialnya terjadinya banjir.
Pariwisata memiliki peran penting dalam pembangunan wilayah. Kabupaten Tapin khususnya menjadi salah satu bagian geopark meratus karena dilalui oleh bentang alam pegunungan meratus dengan geosite yang tersebar di sebagian Kecamatan Piani. Penelitian ini mengkaji strategi dan potensi destinasi wisata baru dalam bentang alam geopark 2 meratus. Hasil studi menunjukkan masyarakat mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Geopark Meratus khususnya jika dikembangkan dan difokuskan di Kecamatan Piani. Pariwisata yang didukung adalah untuk penyelenggaraan event budaya dan pengembangan objek daya tarik wisata di sepanjang jalur geopark meratus di Kecamatan Piani. Ditemukan 9 lokasi wisata baru yang berpotensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata baru dalam kawasan. Agar geopark meratus ini dapat berkelanjutan, Pemerintah Daerah harus memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju tempat wisata, menumbuhkan UMKM dan menciptakan produk khas lokal, serta meningkatkan kerjasama pariwisata dengan CSR. Strategi ini akan berdampak bagi perkembangan wilayah terutama untuk percepatan pengembangan geopark meratus khususnya Kecamatan Piani menjadi jalur penghubung antar wilayah kawasan strategis pariwisata.